KUBU RAYA, SP – Upaya percepatan penurunan angka stunting terus dilakukan melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan Soygurt sebagai minuman bergizi untuk mendukung pencegahan stunting yang digelar di Balai Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada 5 Juni 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim dosen dari Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Teknologi Laboratorium Medis yang terdiri atas Dessy Kartika, S.Si., M.Biomed., Wahdaniah, SKM., M.Kes., serta Sugito, S.Pd., SKM., M.Kes. Penyuluhan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya para ibu dan kader posyandu, dalam mengolah pangan lokal bergizi sebagai alternatif makanan tambahan bagi anak.
Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis akibat asupan nutrisi yang tidak mencukupi dalam jangka waktu lama sehingga menghambat pertumbuhan anak. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021, prevalensi stunting di Indonesia masih mencapai 24,4 persen atau sekitar 5,33 juta balita. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk terus menghadirkan inovasi pangan yang bergizi, terjangkau, dan mudah diterima oleh anak-anak.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Soygurt, yaitu yogurt berbahan dasar ekstrak kedelai yang difermentasi menggunakan bakteri asam laktat (probiotik). Berbeda dengan yogurt berbahan susu hewani, Soygurt menjadi alternatif yang cocok bagi anak-anak dengan intoleransi laktosa maupun keluarga yang menginginkan pilihan pangan bergizi dengan biaya lebih terjangkau.
Selain kaya protein nabati, Soygurt juga memiliki kandungan probiotik yang berpotensi membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan serta meningkatkan penyerapan zat gizi. Berdasarkan hasil penelitian, produk ini telah memenuhi standar mutu fisik, kimia, dan mikrobiologi sehingga aman dikonsumsi sebagai minuman fungsional yang mendukung upaya pencegahan stunting.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka mengikuti sesi edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang bagi anak, sekaligus menyaksikan demonstrasi pembuatan Soygurt yang dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah. Pelatihan ini diharapkan mampu menambah wawasan masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam penyediaan makanan bergizi, khususnya yang kaya protein.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Teluk Kapuas diharapkan dapat memanfaatkan potensi bahan pangan lokal untuk menghasilkan produk sehat, bergizi, dan bernilai ekonomis sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan generasi yang tumbuh sehat dan bebas stunting.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, pembagian contoh produk Soygurt, serta panduan resep sederhana kepada seluruh peserta.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas. (*)